banner dakwahyu
dakwahyu.com - “Kalau Syiah Anti Israel, Mengapa Ikut Membunuh Pengungsi Palestina?”
Berita

“Kalau Syiah Anti Israel, Mengapa Ikut Membunuh Pengungsi Palestina?”

Oleh Administrator pada 24 November 2014

“KAMI adalah kelompok anti Israel dan pro Palestina.” Itulah slogan yang selalu didengung-dengungkan pengikut Syiah dimana-mana. Banyak kaum muslimin tertipu, namun tidak sedikit umat Islam kini mulai sadar.

Demikian dikatakan penulis buku Zionis dan Syiah Bersatu Hantam Islam, Muhammad Pizaro, dalam bedah buku yang diselenggarakan Pengurus Daerah Muhammadiyah Kabupaten Cilacap, Ahad (23/11).

Pizaro menerangkan, di antara jutaan orang yang terusir dari rumah akibat perang di Suriah, adalah 270.000 pengungsi Palestina. Dari jumlah itu, 20.000 pengungsi Palestina di Yarmouk, Damaskus, bahkan harus menghadapi nasib yang jauh lebih buruk.

Kamp pengungsian tersebut dikepung oleh tentara rezim Syiah Suriah. Bantuan untuk para pengungsi pun diblokir hingga pengungsi hidup tanpa makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lain.

Hingga Oktober 2014, sudah 2525 pengungsi Palestina tewas di dalam kamp Yarmouk di Damaskus sejak awal revolusi Suriah.

Kezhaliman Pemerintahan Bashar ini tentu membuat Hamas berang. Mereka menilai tindakan Bashar sebagai kelanjutan agresi Zionis kepada Palestina.

“Kami menganggap ini sebagai pelanggaran serius dan tidak bisa diterima terjadi di tanah Arab, sekaligus sebagai kelanjutan dan kebijakan teror dan agresi Zionis,” kata Pizaro membacakan pernyataan resmi Hamas.

Jadi, kata Pizaro, kalau Syiah memang anti Israel, seharusnya mereka menyerang Tel Aviv. “Bukan membunuh pengungsi Palestina,” tambah dia di hadapan ribuan peserta yang memadati Graha Pertamina, Cilacap.

Ternyata ini bukanlah sejarah pertama pembunuhan mengerikan kelompok Syiah kepada bangsa Palestina.

Tahun 1982, Syiah Amal (cikal bakal Hizbullah) dan Hafez Assad juga bertanggung jawab dalam pembantaian pengungsi Palestina di Kamp Sabra dan Satila tahun 1982. Saat itu Syiah bekerjasama dengan Ariel Sharon selaku Menteri Pertahanan Israel.

Sayangnya, fakta ini jarang diketahui umat Islam. Syiah dikenal pintar mengubur sejarah kelam mereka dengan slogan-slogan perlawan terhadap Israel.

“Padahal media massa internasional saat itu ramai memberitakannya,” tandas Redaktur Pelaksana Islampos ini.

Pengurus Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini kemudian menceritakan pengalamannya satu pesawat dengan Kepala Biro Politik Hamas, Khalid Misyal. Meski dikenal sebagai pemimpin dunia, Misyal masih naik pesawat kelas Ekonomi.

“Di dalam pesawat, aktivitas Misy’al hanya dua, membaca Al Qur’an dan koran,” tutur Pizaro.

Namun mendengar, para jurnalis ingin meliput ke Suriah, Misy’al sangat senang dan mengapresiasi para jurnalis.

“Sampaikan salam kami kepada rakyat Indonesia,” kata Misy’al. 

 

Sumber: http://www.islampos.com/

Komentar