banner dakwahyu
dakwahyu.com - Agar Aktivitas Bernilai Ibadah
Muamalah

Agar Aktivitas Bernilai Ibadah

Oleh Administrator pada 15 August 2016

Agar aktivitas bernilai ibadah bagi Allah SWT
Assalamu’alaikum sebagai manuasia kita di tuntut untuk bekerja dan beraktivitas, baik bekerja mencari nafkah maupun melakukan aktivitas yang bermanfaat bagi kita. Banyak yang salah kaprah karena dalam aktivitas sehari-hari kita beranggapan bahwa aktivitas Ibadah hanya sebatas sholat ataupun kegiatan-kegiatan amal lainnya, seperti Charitty Events, ataupun sekedar mendengar ceramah. Namun banyak juga yang setelah sholat malah terlibat dalam aktivitas yang tidak bermanfaat bahkan patut di jauhi seperti bergosip ataupun bagi anak muda habis waktunya untuk bermain game ataupun nongkrong tidak jelas. Lantas bagaimana agar setiap aktivitas yang kita lakukan bernilai Ibadah bagi Allah??.
Pada dasarnya segala tingkah laku kita akan berakibat pada diri sendiri, baik aktivitas negative maupun positif. Seseorang yang gemar bermaksiat aktivitasnya pasti akan berakibat ke pada dirinya sendiri. Begitupun tingkah laku kita yang baik. Beribadah kepada allah, segala bentuk ibadah itu sendiri sebenarnya hasilnya sebenarnya untuk kepentingan kita sendiri.  Bukan untuk kepentingan allah .
. Syaikhul Islam Ibnu Ta'miyah memberikan pandangan secara luas dan dalam tentang ibadah. Ia menyetakan bahwa arti ibadah menurut bagasa adalah sikap taat dan tunduk secara maksimal. Sedangkan dalam ibadah terdapat suatu unsur yang sangat penting dan dominan, yaitu unsur cinta yang fitri dan pengabdian yang tulus ikhlas lahir dan batin. Beliau berpandangan seperti ini;
"Ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Alloh swt, baik yang berupa perkataan maupun perbuatan, yang zahir maupun yang batin."

Pada hakekatnya setiap amal perbuatan yang dilakukan oleh orang Islam adalah untuk keperluan hidupnya, dan usaha yang dikerjakan untuk keluarga dapat bernilai ibadah, begitu pula pewujudan sarana-sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh, manakala semua itu diniatkan untuk mengabdi dan mencari keridhaan Alloh. Para pegawai dapat menjadikan pekerjaan dan segala aktivitasnya itu bernilai sebagai ibadah apabila didasarkan pada ketentuan-ketentuan syari'at.

Agar setiap aktivitas kita dapat bernilai ibadah, perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut;
1.    Menata niat dengan benar. Setiap aktivitas yang kita lakukan harus disertai dengan niat yang benar dan tulus ikhlas , yaitu niat yang sesuai dengan  apa yang diperintahkan oleh Alloh swt. Makan dan minum akan bernilai ibadah appabila didahului niat bahwa dengan makan dan minum itu tujuannya adalah agar dirinya sehat dan kuat sehingga dapat beribadah kepada Alloh. Bekerja yang halal dapat bernilai ibadah bila dilakukan karena Alloh untuk mencari nafkah demi anak dan istri serta keluarganya, sehingga mampu bertahan hidup untuk melakukan ibadah dan taat kepada Alloh.
2.    Aktivitas dan usaha yang dilakukan itu bukan termasuk yang dilarang oleh Alloh swt. Bekerja dan beraktivitas dalam hal yang dilarang oleh agama bukanlah termasuk ibadah walaupun diniatkan untuk mencari nafkah demi anak dan istri, untuk beramal dan bersedekah dari hasil karya dan kerjanya itu. Semua itu merupakan kemaksiatan dan dilarang oleh Alloh swt.
3.    Setiap pekerjaan dan usaha yang dijalani hendaklah dilakukan dengan tetap mengingat akan kebesaran Alloh dan mengharap rahmat-Nya, jangan sampai semua itu justru membuat lalai dari mengingat Alloh.
4.    Setiap pekerjaan dan usaha yang dilakukan tidaklah melanggar batas-batas yang ditentukan syari'at islam, tidak zalim, tipu menipu atau merampas hak orang lain dan sebagainya.
5.    Setiap pekerjaan dan usaha yang dilakukan hendaklah dilaksanakan dengan baik, sungguh-sungguh dengan tetap menjaga akhlak yang baik. "Sesungguhnya Alloh menyukai seseorang diantara kamu yang ketika mengerjakan sesuatu perkara, dilakukan dengan tekun dan teliti." (HR. Baihaqi)

Dari uraian di atas dapat dilihat bahwa aktivitas-aktivitas ibadah bukan hanya terikat dengan Ibadah wajib seperti Sholat 5 waktu, namun juga segala aktivitas lainnya dapat bernilai ibadah bagi kita, sesuai dengan tujuan Allah menciptakan kita untuk beribadah kepadanya. Semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayah dalam setiap langkah kita. Amin Ya Robal Alamin.

 

Source : http://www.ipapedia.web.id/2015/09/cara-hidup-yang-bernilai-ibadah.html

Komentar