banner dakwahyu
dakwahyu.com - Hak Hak Yang Sesuai Dengan Fitrah dan Syariat Bag. 1
Hikmah

Hak Hak Yang Sesuai Dengan Fitrah dan Syariat Bag. 1

Oleh Administrator pada 19 August 2016

Sesungguhnya upaya seseorang untuk mengetahui kewajiban dan hak-haknya, mengetahui kewajiban-kewajibannya terhadap Allah dan hambanya termasuk hal yang sangat penting dan merupakan kewajiban yang sangat besar. Hak yang paling penting adalah hak Allah ta’ala dengan mencintainya, takut, berharap dan taat kepadanya, menjalankan perintahnya, meenjauhkan larangannya, mencintai orang-orang yang ta’at kepadanya dan membenci orang-orang yang berbuat maksiat kepadanya.
Setelah itu hak rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dengan mencintainya, menuruti perintahnya dan menjauhi larangannya, membela sunnah-sunnahnya dan menjadikannya sebagai panutan dan memperbanyak shalawat kepadanya.
Kemudian hak sanak saudara dengan berbuat baik kepada mereka dan tidak memutuskan hubungan silaturahim, dan yang paling utama adalah kedua orang tua, dimana kita harus nerbuat baik dan berbakti kepadanya, selama mereka tidak memerintahkan untuk bermaksiat kepada Allah. Sementara hak anak adalah dengan mendidiknya dengan pendidikan dan pengajaran serta adab yang baik. Kemudian ada lagi hak timbal balik antar suami istri dengan pergaulan yang baik serta saling toong menolong dalam kebaikan dan takwa.
Ada lagi hak tetangga dapat terwujudn dengan berbuat baik kepada mereka serta menghindari perbuatan yang dapat menyakiti mereka.

Merupakan kebaikan dari syariat islam adalah diperhatikannya keadilan dan diberinya hak terhadap setiap sesuatu yang memiliki hak dengan tidak berlbih-lebihan dan kekurangan. Allah memerintahkan agar bersikap adil, ihsan (perbuatan baik) dan memenuhi (kebutuhan) kaum kerabat. Untuk keadilanlah, para rasul diutus, kitab-kitab diturunkan dan semua perkara dunia akhirat ditegakan.
Berikut ringkasan hak-hak yang yang penting agar seseorang dapat menunaikannya sesuai pemahaman yang ada padanya dan sesuai dengan kemampuannya.
Butir-Butir hak tersebut adalah sebagai berikut :
1. Hak Allah Swt.
2. Hak Rasulullah Saw
3. Hak Kedua orang tua
4. Hak Anak-anak
5. Hak Sanak saudara
6. Hak Suami istri
7. Hak tetangga
8. Hak Pemimpin dan rakyat
9. Hak Kaum Muslimin secara Umum
10. Hak Orang-orang Non Muslim


Itulah beberapa hak yang akan di urai melalui ringkasan penjabaran seperti berikut :
1.  Hak Allah Swt
Ini merupakan hak yang paling utama dan paling besar kewajibannya untuk ditunaikan. Karena dia merupakan hak Allah ta’ala sang pencipta yang maha agung dan berkuasa, yang maha mengatur atas semua perkara. Hak penguasa, pemilik kebenaran dan penjelasan, yang maha hidup dan terjaga, yang dengannya langit dan bumu ditegakan, dia menciptakan segala sesuatu dan mengaturnya dengan penuh kecermatan. Hak Allah yang telah menciptakanmu dari tidak ada dan tidak disebut sebelumnya. Hak Allah yang telah merawatmu dengan segala ni’mat saat engkau berada di perut ibumu dalam kegelapan, saat tidak ada seorang pun yang dapat menyampaikan makanan dan semua kebutuhan untuk pertumbuhanmu. Dialah yang telah menyiapkan engkau air susu ibu dan memberimu petunjuk, kemudian disediakannya kedua orang tua yang memiliki kasih sayang kepadamu.

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hti, agar kamu bersyukur” (An Nahl: 78).

Seandainya karunia Allah Dihentikan sekejap mata saja niscaya kamu akan binasa, dan seandainya rahmat Allah diputus sesaat saja niscaya kamu tidak akan hidup. Jika demikian halnya karunia Allah kepadamu , maka Hak nya merupakan hak yang paling besar, karena berkaitan dengan hak yang menciptakanmu dan memberimu kesiapan (menghadapi hidup) dan pertolongan.

“Kami tidak minta rezeki darimu, kamilah yang memebri rezeki kapadamu, dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa”(Thaha: 132).

Yang dia minta dari kita hanyalah satu dan itupun kebaikannya akan kembali kepada kita, dia meminta kita untuk beribadah kepadanya semata dan tidak menyekutukannya.

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahku. Aku tidak menghendaki rizki sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki supaya mereka memberi aku makan. Sesungguhnya Allah dialah maha pemberi rizki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh”.(Adz-Dzariyaat:56-58).

Kemudian ada lagi ibadah lainnya seperti Sholat wajib lima waktu, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan ibadah lainnya sebagai bentuk penghambaan atas hak Allah terhadap kita yang sebenarnya adalah untuk kebaikan kita sendiri.

2. Hak Rasulullah
Diantara hak-hak Rasulullah Saw adalah memuliakan dan menghormatinya serta mengagungkannya dengan pengagungan yang sesuai dengannya tanpa berlebih-lebihan dan kekurangan. Penghormtan terhadapnya semasa hidupnya adalah dengan menghormati sunnah-sunnahnya dan pribadinya yang mulia. Termasuk yang lain dari haknya adalah membenarkan apa yang diberitakannya dari perkara-perkara yang telah lalu dan yang akan datang. Melaksanakan segala perintahnya dan menjauhkan segala larangan dan ancamannya dan beriman bahwa petunjuk dan ajarannya adalah yang paling sempurna dari semua petunjuk dan ajaran yang ada. Tidak boleh ada ada ajaran atau aturan yang didahulukan dari ajaran dan aturannya dari manapun sumbernya.

3. Hak Kedua Orang Tua
Tidak ada seorangpun yang mengingkari keutamaan orang tua atas anak-anaknya. Kedua orang tua merupakan sebab adanya anak dan bagi mereka atas anak-anaknya terdapat hak yang besar. Mereka mendidiknya sejak kecil, menanggung keletihan demi kebahagiaannya, bergadang demi tidur anaknya yang nyenyak.  Hak seorang anak kepada orang tuanya adalah dengan  berbakti kepadanya dan berbuat baik dengan ucapan dan perbuatan, harta dan jiwa. Memenuhi segala perintahnya selama tidak diperintahkan untuk bermaksiat kepada Allah serta tidak menimbulkan bahaya kepada anda, berbicara kepadanya dengan lemah lembut dan melayaninya sesuai dengan kebutuhannya. Tidak bersikap kasar saat sudah berusia lanjut, sakit-sakitan dan lemah, jangan memberatkan mereka karena sesungguhnya anda akan menemui hal seperti mereka, menjadi orang tua sebagaimana mereka dahulu.


4. Hak Anak-anak
Yang dimaksud anak disini adalah mencakup anak laki-laki dan wanita. Anak-anak memiliki banyak hak, yang terpenting adalah “Tarbiyah” (pendidikan), Yaitu menanamkan din (agama) dan akhlak dalam diri mereka sehingga mereka memiliki (pendidikan) agama serta akhlak yang baik. Allah Swt berfirman : “Wahai manusia, peliharah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”. (At Tahrim : 6).
Rasulpun bersabda dalam hadistnya :
    “Kalian semua adalah pemimpin, dan kalian bertanggung jawab atas orang-orang yang dipimpinnya, seorang laki-laki adalah pemimpin di keluarganya dan dia bertanggung jawab atas siapa yang dipimpinnya.” ( HR. Bukhari dan Muslim).

Anak-anak adalah amanah di pundak kedua orang tuanya dan mereka berdua akan diminta pertanggung jawabbannya pada hari kiamat akan anak-anak mereka.
Dengan memberi  mereka pendidikan Islam dan akhlak mulia membuat kedua orang tuanya terbebas dari tanggung jawab tersebut dan anak-anaknya menjadi keturunan yang shaleh sehingga mereka menjadi buah hati kedua orang tuanya di dunia dan akhirat.

Kedua orang tuanya juga berkewajiban atas sandang pangannya, seperti makanan dan minuman serta pakaian, mereka juga wajib memperhatikan kebutuhan ruhaninya berupa ilmu dan iman dan mengenakan untuknya pakaian takwa, itulah yang terbaik. Dan tidak membeda-bedakan antar anak satu dan lainnya, dengan kata lain berlaku adil pada semua anaknya. Tentang berlaku adil ini ada sebuah kisah.
Dari Nu’man bin Basyir, diriwayatkan bahwa bapaknya memberi seorang budak, lalu dia memberitahukan hal tersebut kepada Nabi, maka bersabdalah Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
“apakah semua anakmu engkau beri seperti ini?”
Dia menjawab “tidak”
Beliau bersabda “kembalikan!”
Dalam riwayat lain beliau bersabda : “bertaqwalah engkau dan berlaku adillah di antara anak-anakmu!”. Akan tetapi tidak mengapa jika pada satu saat ada anak yang lebih membutuhkan kebutuhan  khusus seperti pernikahan, otomatis si anak yang akan menikah lebih membutuhkan sesuatu untuk memenuhi yang diperlukan.

5. Hak Sanak Saudara
Sanak saudara yang memiliki ikatan secara langsung kepada anda, seperti : saudara kandung, paman dari bapak dan ibu dan anak-anak mereka dan semua yang memiliki hubungan dengan anda mereka memiliki hak karena adanya hubunga kekerabatan, Allah Swt berfirman :
“ Dan berilah kepada kaum kerabat hak-haknya.” (Al-Isra’ 26). Banyak dalil yang yang menganjurkan silaturahim terhadap sanak saudara dan janji yang menggembirakan atas perbuatan tersebut.  Rasullah Saw bersabda :
    “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia menyambung silaturrahim”.
Banyak orang yang mengabaikan hak ini. Ada di antara mereka yang tidak mengenal sanak saudaranya. Sekian hari dan sekian bulan berlalu, mereka tidak melihatnya, tidak juga menziarahinya dan tidak menumbuhkan kecintaan dengan pemberian hadiah, tidak juga menolak bencana dengan membantu meringnkan kesulitan mereka, bahkan justru ada yang berlaku buruk terhadap sanak saudaranya baik dengan perkataan maupun perbuatan atau dengan kedua-duanya, dia menyambung hubungan dengan yang jauh (bukan sanak saudara) dab memutuskan yang dekat (sanak saudaranya).
Orang yang sebenarnya menyambung silaturrahim adalah mereka yang menyambung hubungan karena Allah ta’ala dan tidak peduli apakah mereka menerimanya atau memutuskannya, sebagaimana terdapat dalam hadist Bukhari dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, bahwa rasulullah saw bersabda :
“bukanlah dinamakan orang yang menyambung silaturrahim orang yang membalas kebaikan dengan kebaikan, akan tetapi orang yang apabila diputuskan hubungan silaturrahimnya dia menyambungnya.”
Dan seseorang ada yang bertanya kepadanya :
“ya rasulullah sesungguhnya saya punya seorang kerabat yang saya selalu menyambanginya tetapi dia memutuskan hubungan dengan saya, saya berbuat baik terhadapnya tapi dia berbuat buruk terhadap saya, saya selalu sopan terhadap mereka tapi mereka berlaku kasar kepada saya”, maka Rasulullah Saw bersabda :
“seandainya kamu seperti apa yang kamu katakan maka seakan-akan kamu sedang menyuapkan debu (Ke mulutnya) dan kamu akan selalu mendapat pertolongan Allah atas mereka selama hal tersebut terus terjadi’ (HR. Muslim).
Selain itu silaturahmi menjadikan seseorang dekat kepada Allah Swt sehingga dia melimpahkan rahmat-nya kepadanya di dunia dan akhirat, memudahkan segala urusannya dan dilepaskannya dari segala kesulitan, silaturahim juga menjadikan keluarga dekat satu sama lain. Saling mengasihi dan mencintai di antara mereka, tolong menolong di antara mereka baik saat sulit maupun saat bahagia, semua itu dapat diraih berkat silatirrahim dan dapat diketahui berdasarkan pengalaman yang ada. Dan sebaliknya akan terjadi, jika hubungan silaturrahim diputuskan atau jauh.


Bersambung …


Sumber : Di rangkum dari buku “Hak-hak yang sesuai dengan fitrah dan syariat” karya Syeikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin”. Penerjemah : Abdullah Haidir.
    

 

Komentar