banner dakwahyu
dakwahyu.com - Hati-hati Serangan Iblis berasal dari banyak sisi
Hikmah

Hati-hati Serangan Iblis berasal dari banyak sisi

Oleh Lukman Firdaus pada 12 March 2015

Berkata Abu Bakar Ash-Shidiq Ra. :

"Sesungguhnya Iblish itu berada didepanmu, nafsu berada di sebelah kananmu, hawa disebelah kirimu, dunia dibelakangmu, anggota tubuh di sekelilingmu, dan yang Maha Perkasa di atasmu. Si Iblish semoga tertimpa laknat Allah mengajakmu meninggalkan agama, nafsu mengajakmu berbuat maksiat, hawa memanggilmu menuju syahwat, dunia mengajakmu agar memilih dia mengalahkan akhirat, anggota tubuh mengajakmu berbuat dosa-dosa, sedang yang Maha Perkasa mengajakmu menuju Surga Dan ampunan , sementara Allah berfirman "mereka mengajak ke Neraka sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan"; barangsiapa menuruti ajakan Iblish maka hilanglah agama, siapa menuruti nafsu maka hilanglah ruh insaninya, siapa yang menuruti hawa maka hilanglah akalnya, siapa menuruti dunia maka hilanglah akhiratnya, siapa yang menuruti ajakan anggota tubuh maka hilanglah surganya, dan siapa yang menuruti ajakan Allah ta'ala maka hilanglah kejelekan kejelekannya, dan memperoleh seluruh kebaikan."


Dalam Ilustrasi lain disebutkan dengan hadits nabi sebagai berikut :

"Allah membuat perumpamaan dengan satu jalur jalan yang lurus, pada dua lambung jalan itu terdapat dua gapura dengan beberapa pintu yang terbuka; pada pintu-pintu itu terpasang kelambu yang menjulur, dan pada pintu jalan terdapat seorang pengundang memekikan "wahai manusia, semua saja, masuklah kepada jalan ini, lurus tanpa membelok!";sementara ada pula pengundang lain dari atas jalan, setiap kali manusia ingin membuka kelambu pintu pintu tersebut seraya pengundang kedua memekin "celaka kamu, jangan buka itu, kalau kamu buka maka maka kamu harus masuk". Jalan dalam kiasan ini adalah Islam, dua gapura adalah batasan batasan Allah, pintu-pintu terbuka ialah larangan-larangan Allah, sedang pengundang pada ujung jalan adalah kitab Allah, dan pengundang dari atas ialah nasihat Allah yang ada dalam hati orang muslim"(HR. Imam Ahmad dan Muslim).

Mengenai ajakan dunia untuk selalu mengejarnya sehingga melupakan akhirat, ada penyair mengubah puisi dalam Bahar Basith :

Maha Suci Allah yang menempatkan hari hari, dan menjadikan manusia, satu ditinggal dan yang lain dikerumuni.

orang berakal yang bijak bestari, sengsara dalam jalan hidupnya; dan orang bodoh yang tolol dungu, kau liat ia penuh rizki, inilah yang menyampakkan akal menjadi bengong, dan membikin orang alim berakal tinggi berbuat serong.

 

Penyair lain mengubah puisinya dalam Bahar Kamil Majzu'; sebagai berikut :

Manusia itu potret zamannya, ukuran sepatu pun sesuai padannya.
orang orang di zamanmu, hidupnya seperti zaman itu;
dalam bertingkah dan melikuliku
demikian pula,
bila zaman telah rusak,
manusiapun ikut rusak.


Ruh insani ilaha suatu elemen lembut yang berpotensi untuk mengetahui dan memahami sesuatu, dan ruh ini di atas tingkat Ruh hewani. Sedang yang disebut terakhir ini ialah: jisim lembut yang berpusat di kedalamam gumpalan hati dan memancar di seluruh tubuh melewati urat-urat dan syaraf.
adapun akal ialah kekuatan pada super ego(Annafsun nathiqah) - yaitu rasa keakuan -, yang menjadi alat vitalnya dalam mewujudkan suatu perbuatan. fungsi akal bagi super ego, seperti halnya fungsi pisau terhadap orang yang memotong sesuatu.
orang yang memenuhi panggilan dunia itu akan hilanglah akhiratnya, sebagaimana dinyatakan dalam suatu hadits:

"Tiada lain bagi hamba kecuali memiliki dua rumah, satu di surga dan satu di neraka; orang mukmin akan membangun rumahnya di surga dan membongkar rumahnya di neraka; sedang orang kafir justru membongkar rumahnya di surga untuk membangun rumah di neraka". (HR. Ad-dailamiy).
Dalam hadits lain disebutkan :
"Tiada seorang yang masuk surga melaikan telah melihat tempatnya di neraka andaikan ia jahat, agar tambah bersyukur; dan tiada seseorang yang masuk neraka melainkan telah melihat tempatnya di surga andaikata ia berbuat bagus, akan dirundung sesal".

Komentar