banner dakwahyu
dakwahyu.com - Hikmah Dilarang Memelihara Anjing
Kolom

Hikmah Dilarang Memelihara Anjing

Oleh Administrator pada 06 September 2016

Anjing merupakan bagi sebagian orang mungkin hewan yang lucu untuk dijadikan peliharan dan teman bermain dikala suntuk, mayoritas memang kaum non muslim yang menjadikan hewan yang satu ini sebagai hewan peliharan, bahkan tidak sedikit pula kaum muslimin memelihara anjing untuk dipelihara sebagai hewan peliharan lucu layaknya kucing atau hewan peliharan lainnya. Padahal sudah jelas bahwa ada salah satu kisah tentang memelihara anjing di dalam rumah.
Nabi saw bersabda: “Malaikat jibril as datang kepadaku, lalu berkata, ‘Tadi malam aku datang kepadamu, tetapi tidak ada yang menghalangiku untuk masuk rumahmu kecuali karena adanya patung di atas pintu dan terdapat korden yang bergambar di dalam rumahmu, juga terdapat anjing. Oleh karena itu perintahkanlah supaya kepala patung yang ada di rumah itu dipotong sehingga keadaannya menjadi seperti batang pohon; perintahkan supaya korden itu dipotong dan dijadikan bantal untuk diduduki; dan perintahkan agar anjing itu dikeluarkan.” (HR. Abu Daud, Nasai, Tirmidzi, dan Ibnu Hibban)
Dengan demikian dari hadist di atas menjelaskan bahwa memelihara anjing dengan konteks memeliharanya sebagai peliharan dan perlakuan layaknya hewan peliharan yang dihalalkan oleh islam seperti kucing atau hewan ternak lainnya adalah terlarang. Namun perlu di garis bawahi, memeliharan anjing diperbolehkan juga untuk kaum muslimin sebagai hewan penjaga, seperti menjaga rumah, yang letaknya di diluar rumah, untuk berjaga-jaga seperti gangguan maling, atau sebagai anjing pemburu.
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang memelihara anjing selain anjing penjaga binatang ternak, atau anjing pemburu maka dikurangi dari pahala kebaikannya dua qirath setiap hari.” (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam hal science, anjing juga telah terbukti mengandung hal-hal negative bagi manusia, khususnya pemeliharanya. Dalam penelitian paling akhir misalnya yang dilakukan oleh para ilmuan dari Universitas Munich yang membuktikan bahwa memelihara anjing di tumah dapat mmeningkatkan kemungkinan untuk mengidap kanker payudara, studi ini juga menemukan bahwa hampit 80 persen wanita yang menderita kanker payudara adalah mereka yang memelihara anjing di rumahnya dan melakukan kontak terus menerus dengan anjing-anjing tersebut. Sebaliknya mereka menemukan bahwa orang-orang yang memelihara kucing tidak terinfeksi jenis kanker tersebut.
Dan itu disebabkan karena sisi kesamaan yang besar antara kanker payudara pada anjing dan manusia. Mereka telah menemukan suatu virus yang menyerang manusia dan anjing secara bersamaan, dan terkadang ia berpindah (menular) dari anjing ke manusia. Virus ini memiliki peran yang utama dalam proses terjangkitnya kanker tersebut.
Mereka menemukan bahwa para wanita di negara-negara Barat lebih besar kemungkinannya untuk terjangkit kanker payudara dibandingkan para wanita di negara-negara Timur. Dan ketika mereka mengkaji tentang perbedaan mendasar antara kedua kelompok wanita ini, mereka menemukan bahwa para wanita di Barat terbiasa memelihara anjing sebagai teman bermain dan dimanjakan hewan tersebut di rumah mereka. Sementara di negeri Timur jarang ditemukan seorang wanita yang memelihara anjing peliharaan.
Dalam studi lain, para ilmuwan menemukan bahwa anjing menyimpan virus-virus penyebab kanker payudara, yang namanya MMTV (mouse mammary tumour virus). Dan tatkala bersinggungan dan berinteraksi dengan anjing, virus-virus ini akan berpindah ke tubuh manusia dengan mudah.
Ini baru sedikit yang diketahui oleh manusia, sesungguhnya dampak buruk yang disebabkan karena bersinggungan dengan anjing adalah sangat besar. Para ilmuwan telah mengungkapkan “sesuatu” yang banyak di dalam air liur anjing, darah dan bulunya, semuanya adalah sarang bagi bakteri-bakteri dan virus. Dan yang perlu diketahui bahwa di dalam kucing tidak terkandung virus-virus tersebut.
Islam punya cara sendiri untuk mensucikan diri jika kita bersentuhan dengan zat haram yang keluar dari anjing tersebut, Nabi saw bersabda: “Apabila anjing menjilat dalam bejanamu, maka cucilah bejana itu tujuh kali, salah satunya dengan tanah.” (HR. Bukhari).
Setelah membaca artikel ini kita harus bersikap bijak dalam memahami adab memelihara anjing, diperbolehkan bagi kita memelihara anjing tapi sesuai kebutuhan, seperti sebagai hewan penjaga, dan cukup meletakannya diluar rumah, dengan memberikan kandang khusus agar tidak menakuti orang yang lewat, atau pun sebagai anjing pemburu.
Wallahu alam bisawab

Sumber : eramuslim & berbagai sumber

 

 

Komentar