banner dakwahyu
dakwahyu.com - Jangan Meninggalkan Sholat
Islami

Jangan Meninggalkan Sholat

Oleh Nisa pada 26 March 2016

Di era globalisasi ini, gaya hidup manusia saat ini sangat berbeda jauh dengan gaya hidup manusia pada zaman dahulu. Orang – orang zaman dahulu begitu tentram, damai tinggal di sebuah desa tempat mereka menetap, rumah - rumah mereka tidak sedikit yang terbuat dari bilik, pohon – pohon tumbuh lebat disekitar lingkungan, masyarakat – masyarakat nya pun bersosialisasi satu sama lain, peduli pada tetangga – tentangganya, anak – anak kecil bersekolah, bermain permainan tradisional sewajarnya anak – anak pada usianya, dan berangkat mengaji ke surau ketika adzan maghrib telah tiba, standar mereka saat itu adalah hidup rukun dan tentram.

Sedangkan pada zaman sekarang, alam yang dahulunya natural, berubah menjadi gersang dengan maraknya pembangunan berbagai jenis bangunan yang menjulang tinggi bak pencakar langit, pohon – pohon sudah tak dapat lagi merindangkan karena jumlahnya yang bisa dihitung jari, ditebang agar lahan nya digunakan untuk membuat bangunan bangunan megah tadi. Standar manusia saat ini sudah berbeda jauh dengan standar manusia zaman dahulu, standar manusia saat ini adalah materialistik, semua didasarkan pada materi. Sampai – sampai karena standar yang begitu memprsulit manusia itu sendiri membuat mereka harus bekerja keras, demi mendapatkan materi tadi, agar mereka tidak ketinggalan zaman, agar bergengsi. Saat tetangga membangun rumah baru yang lebih mewah, kita tidak ingin kalah dengan nya, dengan terus bekerja agar suatu saat dapat membangun rumah yang lebih megah lagi dari tetangga kita sebelumnya, saat teman kita menggunakan gadget - gadget baru super canggih dan mahal, tentu kita bekerja lebih giat lagi agar kita tidak kalah hebat dengan memiliki gadget - gadget super mahal seperti teman -  teman tadi. Tanpa disadari, tujuan mereka telah salah, pandangan mereka telah dibutakan oleh hawa nafsu sesaat. Nafsu dunia yang sesungguhnya fana.

Tidak jarang dari mereka yang mengejar kehidupan dunia, bekerja begitu keras, sehingga melupakan tujuan utama mereka diciptakan di dunia ini, Ya, tujuan utama kita diciptakan adalah untuk beribadah kepadaNya, mereka bekerja sepanjang waktu hingga lupa untuk beribadah, padahal, apabila mereka mengetahui bagaimana dosa meninggalkan sholat dengan sengaja, tentulah mereka tidak akan pernah menginginkan untuk meninggalkannya.

Disikahkan seorang wanita dari Bani Israil datang menghadap kepada Nabi Musa AlaihisSalam dan berkata ya Nabiyallah, saya telah berbuat dosa besar, dan kini saya bertaubat kepada Allah. Karena itu tolong doakan saya kepada Allah agar Dia mengampuni dosa saya dan menerima taubat saya.

Nabi Musa berkata, “Apakah dosamu itu?”.

Wanita itu berkata, “wahai Nabiyallah saya telah berzina hingga mengandung dan punya anak, kemudiam saya membunh anak tersebut!”.

Mendengar penjelasan tersebut Nabi Musa langsung berkata dengan keras, “enyahlah engkau dari sini wahai pelacur, jangan membakar kami dengan apimu! Jangan sampai ada api turun dari langit dan membakar kami karena kesalahanmu itu!”.

Wanita tersebut keluar dengan hati hancur, tapi ia tidak mau berputus asa dar rahmat Allah.

Tidak lama berselang , turun Malaikat Jibril mendatangi nabi musa dan berkata, “wahai Musa, Tuhanmu berkata kepadamu, mengapakah engkau menolak orang yang datang untuk bertaubat? Tidak adakah orang yang lebih jahat daripada dirinya?”.

Nabi Musa bertanya, “siapakah orang yang lebih jahat daripada wanita itu?”.

Malaikat Jibril berkata, “orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja”.

(Sumber : Kisah Islami “Lebih Jahat Daripada yang Berzina”)

Dalam kisah di atas, telah jelas disebutkan bahwa, seseorang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dosanya lebih jahat daripada orang yang berbuat zina yang kemudian membunuh anaknya.

Disisi lain, jangan tafsirkan hal tersebut sebagai dalih bahwa seseorang yang berzina sampai hamil, yang kemudian membunuh anak nya dengan cara apapun dosa nya tidak seberapa diabanding dengan orang yang meninggalkan sholat sehingga ini dijadikan alasan bagi mereka untuk berbuat zina. Tentu kedua hal tersebut tergolong perbuatan dosa besar yang harus selalu kita hindari agar terhindar dari murka Allah.

Wallahu a’lam bisshowab.

[AAR]

Komentar