banner dakwahyu
dakwahyu.com - Kisah Cinta Romantis Fatimah kepada Ali bin Abli Thalib
Keluarga

Kisah Cinta Romantis Fatimah kepada Ali bin Abli Thalib

Oleh Administrator pada 20 July 2016

Jika remaja sekarang banyak yang salah tingkah karena mengagungkan ketampanan, menjadikan ketampanan wajah sebagai tolak ukur, lain halnya dengan Ali ra.. Meski wajahnya rupawan, hidungnya mancung, tinggi dan kesalehannya tidak diragukan, Ali ra. sama sekali tidak memanfaatkannya untuk hal-hal yang tidak baik, termasuk untuk memikat para gadis.

Bahkan, dalam banyak riwayat disebutkan bahwa Ali ra. selalu menjaga kerahasiaannya dalam sikap, ekspresi dan kata, hingga akhirnya Allah satukan ia dengan Fatimah dalam suatu pernikahan. Saking dalamnya ketampanan kejiwaannya, ia pandai menutupi rasa cintanya yang bahkan setan saja tidak tahu-menahu soal perasaan cinta di antara mereka.

Sebagaimana yang kita tahu, Ali ra. merupakan sosok pemuda yang dikenal keluhuran akhlaknya. Ia terpesona pada seorang gadis yang juga luar biasa bernama Fatimah, putri kesayangan Rasulullah yang sangat santun, baik dalam beribadah, kerja cekatan dan paras menawan. Begitu pun sebaliknya.

Ia kecewa saat Abu Bakar dan Umar melamar Fatimah sementara dirinya belum siap untuk melakukannya. Lantas, ia bersabar. Namun, kesabarannya berbuah manis, lamaran kedua sabahat yang tak diragukan kesalehannya tersebut ditolak oleh Rasulullah. Ternyata, lamarannya kepada Fatimah yang hanya bermodalkan baju besi, diterima!

Di sisi lain, Fatimah ternyata telah memendam rasa pada Ali sejak lama. Dalam suatu riwayat, setelah mereka menikah, Fatimah berkata kepada Ali:

"Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasa jatuh cinta pada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya," ucap Fatimah.

Ali menjadi bingung, ia kemudian mengutarakan kebingungan dan kecemburuannya lantaran ulah Fatimah.

"Apa maksudmu wahai Fatimah? Kau bilang padaku bahwa kau memendam rasa cinta kepada seorang pemuda, tapi kau malah bilang sangat mencintaiku, dan juga bilang ingin tertawa melihat sikapku, apakah kau ingin mempermainkan aku Fatimah? sudahlah, tolong sebut siapa nama pemuda itu? Mengapa kau mengharapkannya walaupun dia sudah menikah?"

Fatimah pun kembali memeluk Ali dengan erat, tapi kali ini dengan manja,

"Ali sayang, kau benar seperti yang kukatakan bahwa aku memang telah memendam rasa cintaku itu, aku memendamnya bertahun-tahun, sudah sejak lama aku ingin mengungkapkannya, tapi aku terlalu takut, aku tak ingin menodai anugrah cinta yang Allah berikan ini, aku pun tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta apalagi dahulu aku sering bertemu dengannya. Hatiku bergetar bila aku bertemu dengannya. Tapi, tahukah engkau wahai sayangku, pada malam pertama pernikahannya ia malah dibuat menangis dan kesal oleh perempuan yang baru dinikahinya."

Ali pun masih agak bingung, tapi Fatimah segera melanjutkan kata-katanya dengan nada yang semakin menggoda Ali,

"Kau ingin tahu siapa pemuda itu? Baiklah akan kuberi tahu. Sekarang, ia berada di sisiku. Aku sedang memeluk mesra pemuda itu, tapi kenapa dia diam saja ya, padahal aku memeluknya sangat erat dan berkata-kata manja kepadanya, aku sangat mencintainya dan aku pun sangat bahagia ternayata memang dugaanku benar, ia juga sangat mencintaiku..."

"Jadi maksudmu...???" tanya Ali kepada Fatimah.

"Ya wahai cintaku, kau benar, pemuda itu bernama Ali bin Abi Thalib sang pujaan hatiku!" jawab Fatimah.

Sumber: Mendesain Inner Beauty bagi Muslim Ala Rasullullah. Karya "Arif Hidayat"

Komentar