banner dakwahyu
dakwahyu.com - Meraih Surga dengan Sholat Berjamaa’ah
Islami

Meraih Surga dengan Sholat Berjamaa’ah

Oleh Lukman Firdaus pada 08 April 2015

Adzan berkumandang, serentak semua pegawai berhenti beraktifitas untuk selanjutnya melaksanakan kewajiban yang menjadi salah satu rukun dalam Islam, yaitu Sholat fardhu secara berjama’ah.”

Ya.. itulah aktifitas yang sering kita lihat dibeberapa instansi perusahaan atau lembaga yang ada di sekitar kita. Bahkan mungkin di tempat-tempat lain pun seperti itu, sebuah budaya yang sangat positif untuk terus dijalankan dan disosialisasikan. Meskipun ada juga perusahaan atau lembaga yang tidak demikian, dikarenakan beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Salah satunya mungkin kebijakan perusahaan atau lembaga tersebut yang tidak dibangun atas dasar norma-norma Islam.

Sholat secara lahiriyah, hakikatnya menunjukkan lambang persatuan yang sempurna, sebab setuap orang yang ruku’ atau sujud kepada Alloh SWT menuju atau menghadap kiblat yang sama, Tuhan yang sama, dan semuanya menghadap rumah Alloh yang sama, rumah pertama yang dibangun di Makkah bagi umat manusia, sebuah bangunan yang fondasinya telah dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail –‘alaihuma salam-, Bangunan tersebut akan tetap menjadi kiblat umat Islam hinga Alloh mewariskan bumi ini kepada orang yang dikehendaki-Nya dan umat manusia akan tunduk kepada Alloh Robbul’Alamin.

Sholat Jama’ah mempunyai nilai lebih, sama nilainya dengan sholat perorangan ditambah 27 (dua puluh tujuh) derajat. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rosululloh SAW bersabda: : Orang yang Sholat berjama’ah lebih baik daripada sholat sendirian, yakni 27 (dua puluh tujuh) derajat.

Ibnu hajar dalam kitab “Fathul Bari” terdapat pembahasan penting tentang sebab-sebab penetapan ketinggian derajat-derajat tersebut, antara lain; karena niat memenuhi panggilan sholat berjama’ah dan bergegas untuk melaksanakan sholat berjama’ah do’a para malaikat terhadap orang yang melaksanakan sholat dan permohonan ampun mereka baginya, kebencian setan terhadap perkumpulan ibadah, berlatih membaca al-Qur’an dengan tajwidnya, belajar sholat wajib dan sunah, terbebas dari kemunafikan.

Orang-orang yang sholat berjama’ah dengan mengikuti seorang imam, berada pada barisan yang rapi dapat menghilangkan perbedaan status dunia dan masing- masing  lupa akan status ekonomi, kaya dan miskin, pejabat dan rakyat jelata, hitam dan putih, Arab dan non Arab semuanya berbaris dalam satu barisan, tunduk dan patuh kepada Alloh untuk beribadah kepada-Nya, tidak ada perbedaan antara wajah yang satu dari yang lain, semuanya sama-sama berdo’a kepada Alloh SWT, memohon petunjuk kepada-Nya. Setiap harinya mereka berkumpul sebanyak lima kali dengan lapang dada, hati yang bersih, jiwa yang suci untuk mendekatkan diri kepada Alloh, bukan dengan harta dan status, melainkan sebagai ungkapan kepatuhan kepada Alloh untuk mendapat petunjuk-Nya dengan ucapan: “ Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan”.

Islam sangat menganjurkan agar syi’ar-syi’arnya dijadikan sarana pertemuan umat Islam, supaya saling bekerja sama dalam mengerjakan segala ssuatu. Suasana perkumpulan suci tersebut akan menumbuhkan rasa kebersamaan. Semakin banyak jumlah jama’ah shola maka semakin besar pula berkahnya.

Dari Abdulloh bin Umar RA, bahwa dia Rosululloh SAW bersabda, “Shalat jama’ah lebih utama daripada shalat perorangan sebanyak 25 (dua puluh lima) derajat (HR. Bukhori).

Karena orang yang melakukan wudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian keluar masjid dengan niat sholat semata, niscaya langkah-langkahnya tidak lain kecuali sebagai pengangkat derajat atau posisinya di sisi Alloh, sebagai penghapus dosa hingga memasuki masjid. Jika dia masuk ke masjid dan melakukan sholat, tidak berarti shollat itu sedang belenggudirinya, melainkan para malaikat bershalawat kepadanya selama dia berada ditempat shalat dengan ucapa: “Ya Alloh, rahmati dan ampunilah dia, terimalah taubatnya selama dia tidak menyakiti dan belum berhadast. (HR. Muslim)

Peringatan Keras Bagi yang Tidak Sholat Berjama’ah Tanpa Udzur

Dari Ibnu Abbas RA dia berkata, Rosululloh SAW bersabda, “Barangsiapa mendengar panggilan adzan, tetapi dia tidak memperdulikannya atau tidak mengindahkannya tanpa udzur,” para sahabat bertanya: Apa udzurnya?, beliau  bersabda: “Takut musuh, atau sakit, maka sholatnya tidak diterima.” (HR. Bukhori)

Dari Ibnu Mas’ud RA, dia berkata, Rosululloh bersabda, “Barangsiapa mendengar adzan, tetapi dia tidak segera melaksanakan shalat, maka shalatnya tidak diterima kecuali karena udzur.” (HR. Muslim)

Dari Abi Huroiroh RA. Bahwa Rosululloh SAW bersabda, Sesungguhnya sholat yang paling berat buat orang munafik adalah sholat Isya dan Shubuh. Seandainya mereka tahu apa yang akan mereka dapat dari kedua shalat itu, pastilah mereka akan mendatanginya meski dengan merangkak. Aku bertekad memerintahkan untuk mengakkan sholat, supaya sholat ditegakkan. Kemudian aku memerintahkan seseorang untuk sholat bersama umat, kemudian aku berjalan bersama rombongan yang membawa shalat kayu menuju orang-orang yang tidak berjama’ah, untuk membakar rumah mereka”. (HR. Abu Dawud)

Faidah Shalat Berjama’ah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin –rohimahulloh- menyebutkan 12 faidah yang bisa dipetik dari shalat berjama’ah, yaitu:

  1. Terjadinya rasa kasih sayang antara sesama umat Islam.
  2. Saling terjadi perkenala. Sehingga akan kita temui apabila ada orang lain yang belum dikenal sholat di samping mereka niscaya mereka akan bertanya siapakah orang yang sholat bersama kita ini? Maka dengan itulah kemudian terjadi saling kenal.
  3. Menampakkan salah tau syi’ar Islam. Karena sholat termasuk salah satu syi’ar Islam yang terbesar.
  4. Menampakkan kewibawaan umat Islam, yaitu ketika para jama’ah masuk secara berbarengan ke masjid dan keluar darinya secara bersama-sama.
  5. Untuk mengajari orang yang jahil (bodoh). Karena kebanyakan orang bisa mengambil faidah tentang cara sholat yang disyari’atkan melalui media sholat jama’ah.
  6. Disiplin dalam mengendalikan diri, karena terbiasa untuk  mengikuti imam.
  7. Melatih umat Islam  untuk bersatu padu dan tidak berpecah belah.
  8. Menculnya rasa kesamaan diantara kaum muslimin. Karena ketika itu orang yang rakyat bersatu, pemimpin dan rakyat bersatu, tua muda berkumpul, sehingga mereka akan merasakan kesejajaran.
  9. Kaum muslimin akan merasakan bahwa mereka seolah-olah dalam satu barisan mujahid di medan jihad.
  10. Bisa mengetahui keadaan saudaranya yang mungkin sakit sehingga tidak hadir sholat jama’ah, kemudian menjenguknya, dan lain sebagainya.
  11. Berkumpul untuk beribadah kepada Alloh.
  12. Generasi akhir umat ini akan mearsa terikat dengan generasi awalnya. Yaitu tatkala mereka makmum sebagaimana dahulu para sahabat juga menjadi makmum. Salah satu dari mereka menjadi imam, sebagaimana dahulu Rosululloh SAW juga menjadi imam bagi para sahabat.

Demikianlah beberapa faidah dari ibadah sholat berjama’ah. Begitu banyak dan besar sekali nilai positif  yang terkandung di dalamnya. Maka beruntunglah bagi siapapun yang bisa melaksanakan peribadatan tersebut, karena nilai kebaikan akan senantiasa tercurah kepadanya.

Kita berdoa kepada Alloh SWT semoga kita dijadikan hama-hamba-Nya yang senantiasa diberikan kemampuan oleh-Nya untuk melaksanakan ibadah sholat berjama’ah secara istiqomah. Amin.

No Name. (2011, Juli). Ya Alloh..’ Lindungi Aku Dari Siksa Api Neraka [Gerimis Edisi Metamorfosa],Hal 28-30.

Komentar