banner dakwahyu
dakwahyu.com - Nasihat Abu Hanifah
Hikmah

Nasihat Abu Hanifah

Oleh Lukman Firdaus pada 18 March 2015

Tidak sekalipun aku shalat, kecuali aku mendoakan untuk guruku dan juga mereka yang pernah mengajarku serta yang pernah aku ajar.

apabila suatu pendapat menyelisihi kitab Allah dan Hadits Rasulullah yang shahih, maka tinggalkanlah.Hendaklah engkau hati-hati terhadap penguasa, sebagaiman engkau hati-hati terhadap api. Engkau kepanasan jika engkau jauh darinya. Dikala engkau dekat engkau terbakar dan sakit.

Jangan engkau berbicara di depan orang banyak melebihi daripada apa yang di tanyakan.

Jagalah perkataan ketika membicarakan tentang pekerjaan-pekerjaan dan perniagaan, dan hendaklah berbicara perkara yang ada kaitannya dengan ilmu pengetahuan.

Jagalah gelak tawa atau senyum menyimpul di di depan banyak orang.

Hendaklah engkau menghormati para guru dan orang tua. Jangan berjalan bersama-sama mereka di jalan raya, karena itu mengurangi derajat mereka. Sebab engkau mendahului dari mereka, tentulah tidak baik. Sebab, mereka lebih berilmu dan jika engkau berjalan di belakang juga tidak baik, karena mereka lebih tua darimu.

Jangan berdiri di tengah-tengah jalan raya, duduklah di mesjid-mesjid.

Jangan makan dan minum di pasar, begitu juga di mesjid.

Jangan bersenda gurau berlebih-lebihan dan hendaklah sekedar saja.

Jangan berbicara dengan perempuan-perempuan lain di depan istri, karena itu membawa fitnah.

Jangan kawin sebelum engkau berkuasa memberi nafkah kepada anak dan istrimu. Belajar dahulu sebelum kawin. Sesudah itu, kumpulkan harta yang halal barulah kawin.

Jangan kawin sebelum mendapat ilmu pengetahuan, karena itu bisa merugikan dirimu.

Tuntutlah ilmu sewaktu mudamu, maka pikiranmu akan tenang dan lapang dada. Karena, kalau sudah banyak anak akan membawa jiwamu tidak tenteram.

Hendaklah bertaqwa kepada Allah SWT. dan jagalah amanah. Berilah nasihat kepada tiap-tiap orang dan juga banyak orang. Jangan merendahkan manusia. Hormatilah mereka dan janganlah sering bergaul dengan mereka sebelum mereka mengenalmu. Bermusyawarahlah dan berbicaralah dengan mereka tentang ilmu pengetahuan. Sekira mereka orang yang berilmu pengetahuan, mereka akan menerima. Dan, Sekiranya mereka tidak berilmu pengetahuan, mereka akan menjauhkan diri.

Beribadahlah sebagaimana di lakukan orang banyak. Sebab, jika engkau tidak mengikutinya dalam beribadah maka mereka akan mencela dan berkata, "Ilmu engkau tidak berfaedah".
Jangan menyombongkan diri karena engkau berilmu tinggi. Beradablah sebagaimana anak-anak yang engkau temui.

Jika engkau ditanya atau diminta pendapat dalam suatu masalah di dalam suatu majelis musyawarah, maka jangan engkau bawa sesuatu hukum dengan tidak ada dalil yang terang.
Hendaklah engkau ikhlas kepada Allah SWT. Maha mengetahui. Orang alim mesti selalu menjaga dirinya yang baik, lahir maupun batinnya.

Komentar