banner dakwahyu
dakwahyu.com - Pertimbangan akal waras atau sehat
Aqidah

Pertimbangan akal waras atau sehat

Oleh Administrator pada 20 July 2016

Agama islam melarang keras pemeluknya mengerjakan sesuatu pekerjaan yang dikatakan orang perintah atau menjauhkan sesuatu perbuatan yang dikatakan orang larangan sebelum ia mengetahui jelas bahwa perintah atau larangan itu datangnya dari agama.
sebagai bukti kenyataan ini, allah berfirman dalam Al-Qur'an :

"Jangan engkau turut apa-apa yang tidak engkau ketahui, sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati itu masing-masing akan di periksa."

kalau di periksa lebih jauh dapat di katakan, akal itu tempat terpancarnya cahaya agama; karena iman itu ialah penerimaan akal, bahwa yang di bawa oleh nabi Muhammad SAW. itu adalah benar datangnya dari tuhan. agama islam dengan akal laksana dea barang, yang satu menyetujui yang lain. akal menyetujui pernyataan agama, dan agama menyetujui pernyataan akal.
tambahan pula, telah sepakat kebanyakan ulama bahwa tidak ada satupun keterangan dalam agama islam yang ditolak dan diterima oleh akal
bahkan sebahagian besar golongan ulama berpendapat bahwa salah satu tanda hadits palsu itu ialah dimustahilkan oleh akal. Shahih riwayatnya bila kenyataan pada dhahirnya menyalahi akal maka hadits itu di ta'wil yakni di palingkan maknanya hingga di terima oleh akal, atau kalau tidak, maka di mustahilkan beriman kepadanya
boleh jadi mereka berpaham demikian, karena berpegang kepada hadits nabi Muhammad SAW. sebagai yang tersebut di bawah ini :
"apabila kamu mendengar satu hadist(yang dikatakan orang dari padaku) padahal ia di terima oleh hatimu, lembut baginya perasaan dan anggotamu, serta kamu pandang dia dekat kepadamu, maka niscaya aku lebih dekat kepadanya dari padamu. akan tetapi apabila kamu mendengar satu hadits (yang dikatakan orang) dari padaku, padahal dia ditolak oleh hatimu, tidak di terima oleh perasaan dan anggotamu, serta kamu pandang dia jauh daripadamu, maka niscaya aku lebih jauh kepada dia daripadamu" (HR. Ahmad dan Abu ya'la).
"apa-apa yang ditolak oleh hatimu hendaklah engkau tinggalkan" (HR.Ibnu 'Asakir)

Sumber : Jalan Hidup Muslim "MD. Ali Alhamidy"

Komentar