banner dakwahyu
dakwahyu.com - Pinangan yang Diharamkan
Islami

Pinangan yang Diharamkan

Oleh Lukman Firdaus pada 11 August 2015

Seorang muslim tidak halal mengajukan pinangannya kepada seorang perempuan yang ditalak atau yang ditinggal mati oleh suaminya selama masih dalam masa iddah. Karena perempuan yang masih dalam masa iddah itu dianggap masih sebagai mahram bagi suaminya yang pertama, oleh karena itu tidak boleh dilanggar. 

Akan tetapi untuk istri yang ditinggal mati oleh suaminya, boleh diberikan suatu pengertian selama dia masih dalam iddah dengan suatu sindiran, bukan dengan terang-terangan. Bahwa si laki-laki tersebut ada keinginan untuk meminangnya. Firman Allah swt.,

“Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran.” (al-Baqarah: 235)
Diharamkan juga seorang msulim meminang pinangan saudaranya, kalau ternyata sudah mencapai tingkat persetujuan dengan pihak lain. Sebab laki-laki yang meminang pertama itu telah memperoleh suatu hak, dan hak ini harus dipelihara dan dilindungi, demi memelihara persahabatan dan pergaulan sesame manusia serta menjauhkan seorang muslim dari sikap-sikap yang dapat merusak identitas. 

Sebab meminang pinangan saudaranya itu serupa dengan perampasan dan permusuhan. Tetapi jika laki-laki yang meminang pertama itu sudah memalingkan pandangan kepada si perempuan tersebut atau memberikan izin kepada laki-laki yang kedua, maka waktu itu laki-laki kedua tersebut tidak berdosa untuk meminangnya. Karena sesuai dengan sabda Rasulullah saw. Yang mengatakan, 
“Seorang mukmin saudara bagi mukmin yang lain. Oleh karena itu tidak halal dia membeli pembelian kawannya dan tidak pula halal meminang pinangan kawannya.” (Riwayat Muslim)
Sabdanya pula, “Seorang laki-laki tidak boleh meminang pinangan laki-laki lain,sehingga peminang pertama itu meninggalkan (membatalkan) atau mengizinkannya.” (Riwayat Bukhari) (es)

Sumber: Halal dan Haram, Dr. Yusuf Qaradhawi, Jabal

Komentar