banner dakwahyu
dakwahyu.com - Proses Itu Kadang Menyakitkan
Hikmah

Proses Itu Kadang Menyakitkan

Oleh Lukman Firdaus pada 03 August 2015

Seekor anak kerang di dasar laut mengeluh kepada ibunya, "Ibu, sebutir pasir tajam masuk ke dalam tubuhku yang lembek ini, Bu."

"Anakku, Tuhan tak memberi kita tangan, sehingga ibu tidak bisa menolongmu. Ibu tahu, itu sakit, tapi terimalah sebagai takdir. Kuatkan hati, kerahkan semangat melawan nyeri yang menggigit. Balut pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itulah yang bisa kau perbuat," sahut ibunya dengan sendu dan lembut sambil menitikkan air mata.

Anak kerang pun menurut.

Kadang rasa sakit itu begitu hebatnya, hingga ia sempat meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan tidak hanya hari demi hari, tapi bertahun-tahun. Tanpa disadari, sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus, rasa sakit pun makin berkurang. Makin lama mutiaranya makin besar, rasa sakitnya akhirnya menghilang sama sekali.

Sekarang.. Sebutir mutiara besar, utuh mengilap, dan berharga mahal terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya membuahkan hasil yang menakjubkan. Dirinya kini menjadi sangat berharga.

Kesuksesan tidak ada yang datang dengan serta merta. Kesuksesan harus melalui suatu proses panjang seumur hidup kita. Perjuangan adalah proses kerja keras, proses penderitaan, proses ketidaknyamanan. Kegagalan bukan hasil akhir, kegagalan adalah suatu proses.

Kesabaran adalah syaratnya. Keikhlasan adalah nyawanya. Rasa syukur adalah obatnya. Tiada kesuksesan, bila itu fana dan tiada penderitaan kalau cuma sementara.

Kesuksesan dan kebahagiaan yang sebenarnya.. adalah apabila dia abadi.

Kegagalan dan penderitaan yang sebenarnya.. adalah apabila dia abadi.

Abdikan yang tersisa untuk sebuah kesuksesan yang abadi. (es)

 

Sumber: Bukan Untuk Dibaca, Deassy M. Destiani, Era Adicitra Intermedia

Komentar