banner dakwahyu
dakwahyu.com - Tahsin Tilawah atau Tahsin Al-Quran?
Kolom

Tahsin Tilawah atau Tahsin Al-Quran?

Oleh Syarif Hidayat pada 27 March 2015

Ini pembahasan yang ringan, tapi tetap saja sering risih kalau mendengar ada orang yang menggunakan ungkapan “Tahsin Al-Quran”. Bahkan ada saja satu-dua guru Tahsin yang juga mengucapkan “Tahsin Al-Quran” dan bukannya “Tahsin Tilawah”. Kalau tidak percaya, silakan cari kata “Tahsin” di Google, dan hasilnya bisa dilihat sendiri!

 

Sekilas tentang Definisi

Pertama, makna kata “Tahsin”

Kata Tahsin ( تَحْسِيْنٌ ) dalam Bahasa Arab berasal dari kata ( حَسَّنَ ــ يُحَسِّنُ ــ تَحْسِيْنًا ) yang maknanya kurang lebih “memperbaiki, memperindah, mempercantik”. Kata ini merupakan turunan dari kata dasar ( حَسُنَ ــ يَحْسُنُ ــ حُسْنًا ) yang artinya “bagus, baik, cantik”. Contoh paling baik adalah sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika kita bercermin:

اَللّٰهُمَّ كَمَاحَسَّنْتَ خَلْقِيْ فَحَسِّنْ خُلُقِيْ

“Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah bentuk fisikku, perindah pulalah akhlaqku!” (HR. Thabrani)

Jadi, yang bisa di-tahsin itu banyak, bisa bentuk fisik (itu adalah kewenangan Allah), akhlaq, dan juga kemampuan tilawah kita.

Kedua, makna “Tilawah”

Kata tilawah ( تِلَاوَةٌ ) berasal dari kata ( تَلَا ــ يَتْلُو ــ تِلَاوَةً ) yang bermakna “membaca, mengikuti”. Contohnya terdapat di dalam surat Al-Baqarah (2) ayat 127:

يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ

“Mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya.”

Kata tilawah ini senada dengan qira’ah ( قِرَاءَةٌ ) yang berasal dari kata ( قَرَأَ ــ يَقْرَأُ ــ قِرَاءَةً ) dan bermakna “membaca, menelaah, mempelajari”. Jadi bisa kita gunakan ungkapan Tilawatul Qur’an dan Qira’atul Qur’an untuk menyatakan maksud membaca Al-Qur’an.

Jadi, Bukan Tahsin Al-Quran

Kalau kita memadukan kata “Tahsin” dengan “Al-Qur’an” (Tahsin Al-Qur’an) kira-kira maknanya menjadi: “memperbaiki Al-Qur’an, memperindah Al-Qur’an”. Permasalahannya adalah, memangnya boleh memperbaiki Al-Qur’an? Memangnya ada yang kurang dari Al-Qur’an? Al-Qur’an masih kurang indah hingga harus diperindah?

Maka, penggunaan ungkapan yang pas adalah “Tahsin Tilawatil Qur’an” ( تَحْسِيْنُ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ ) yang bermakna “memperbaiki cara membaca Al-Qur’an”. Jadi yang diperbaiki itu “cara membaca”-nya, bukan “Al-Qur’an”-nya. Artinya, cara kita membaca Al-Qur’an yang salah harus diperbaiki sesuai dengan cara yang Rasulullah ajarkan. Targetnya adalah agar benar pengucapan hurufnya, tepat ukuran madnya, pas dalam berwaqaf, dan memperindahnya dengan menyempurnakan ghunnah serta tafkhim-tarqiq. Dan kalau ingin yang singkat, ucapkan saja “Tahsin Tilawah”, bukan “Tahsin Al-Qur’an”.

Jadi, siapa nih yang mau belajar Tahsin?

 

Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/01/29/45466/bukan-tahsin-al-quran-tapi-tahsin-tilawah

Komentar